Aa Gym oh Aa Gym

Aa Gym kembali membuat berita. Seumur-umur bangsa ini (setahu saya) baru kali ini ada seorang ulama/kiai/ustadz yang hebohnya justru diberita infotaintment.Kali ini gosipnya lumayan kejam. Aa Gym diberitakan pisah rumah dengan Teh Nini karena Teh Nini cemburu Aa Gym lebih sayang pada Teh Rini (istri keduanya). Lalu ada gosip lain bilang Teh Nini siap mengajukan cerai. Astagfirullah, segitunya orang bikin gosip....Semuanya bermula saat sang figure itu memutuskan menikah lagi alias poligami. Suatu pilihan hidup yang sebenarnya sah-sah saja apalagi kalau niatnya memang baik, namun buat sebagian orang merupakan suatu hal yang aneh tapi nyata.Saya pribadi sempat berpikir, apa yang salah dengan pilihan Aa. Toh Aa menikah, kan? bukan berzina. Lain cerita kalau misalnya : "Aa Gym seorang dai kondang diketahui memiliki wanita simpanan..." Lah itu baru berita heboh. Tapi kan Aa Gym tidak berzina melainkan menikah. Atau misalnya "Aa Gym menikah lagi dengan seorang wanita muda nan seksi." Lah itu baru tanda tanya. Kiai kok menikahnya dengan perempuan seksi. Tapi kenyataannya yang ia nikahi kan wanita baik-baik dan salihah. Berjilbabnya pun bukan tipe-tipe jilbab gaul toh. Jadi apa yang salah? Lah wong Teh Nini juga mengizinkan dan (sekarang) sudah mengikhlaskan kok.Ketika sedang heboh-hebohnya berita itu, ibu saya bilang bahwa hal yang membuat banyak orang yang kecewa bukan semata-mata karena Aa menikah lagi. Apalagi Aa melakukannya dengan halal dan Lillahi Ta'ala. Tapi andai saja dulu Aa Gym tidak pernah mengeluarkan statement dalam ceramanhnya bahwa apabila menikah lagi akan membuat hati istrinya terluka maka ia tidak akan pernah melakukan hal tersebut. Dalam hal poligami, Aa Gym ibarat oase dipadang pasir.Pernyataan Aa tersebut menyejukkan hati kaum hawa.Apalagi dalam suatu ceramahnya ketika diluar sana mulai ada bisik-bisik Aa menikah lagi, Aa berkata "Tidak benar Aa menikah lagi, yang benar mah istri Aa (teh nini) hamil lagi...". Waktu itu kalau tidak salah Teh Nini mengandung anak yang ketujuh. Tenanglah hati kaum hawa.Namun ternyata bisik-bisik diluar sana masih lebih akurat ketimbang keterangan dari mulut Aa Gym sendiri. Berita mengenai Aa gym menikah lagi benar adanya. Publik tersentak kaget. Publik kecewa. Seperti ditampar rasanya.Aa seperti menjilat ludah sendiri. Padahal belum lama Aa Gym mengelak gosip tersebut. Lalu apa namanya kalau bukan melakukan kebohongan publik?Aa melakukan press conference. Aa menjelaskan semuanya. Sebagian bisa menerima. Tapi masih banyak yang tidak. Publik masih shock. Lalu Aa mengatakan selama ini masyarakat terlalu mengagung-agungkannya. Ia tidak ingin masyarakat belajar Islam hanya karena figur seorang Abdullah Gymnastiar. Karena jika si figur berbuat suatu hal yang diluar kehendak masyarakat banyak y beginilah jadinya. Si Figur dihujat habis-habisan.Benar juga pendapat Aa. Belajar Islam dan mendengarkan dakwah ya harus karena Allah bukan karena seorang Aa Gym. Tapi saya pikir-pikir lagi, g ada salahnya kok kalau masyarakat mengidolakannya. Sudah sekian lama bangsa ini butuh figur seperti Aa Gym. Seorang pendakwah yang tenang, arif dan tidak suka menghujat. Dan yang pasti Aa diterima disemua lapisan masyarakat bahkan umat agama lain pun banyak yang mengagumi sosoknya.Apa yang terjadi pada kehidupan seorang Aa Gym sekarang ini mudah-mudahan bisa menjadi contoh. Dalam ekonomi ada istilah Opportunity Cost alias Harga yang harus dibayar untuk sebuah kesempatan. Inilah fase yang memang harus dilewati seorang hamba Allah seperti Aa Gym atas pilihan hidupnya. Bisa jadi Allah sedang menguji Aa karena sebelumnya Aa hidup bergelimang pujian dan sanjungan. Semoga Aa Gym bisa kembali bangkit dan memberikan kesejukan lagi seperti dulu. Insya Allah

Komentar

Postingan Populer