CALEG...CALEG...CALEG
Pemilu tinggal menghitung hari. Tapi kali ini beda dari lima tahun atau sepuluh tahun atau lima belas tahun atau yang lalu. Kenapa? Karena Kali ini banyak yang tiba-tiba jadi artis mendadak. Orang-orang yang sebelumnya bukan siapa-siapa tiba-tiba wajahnya terpampang dimana-mana. Mulai dari yang kecil-kecil ukuran stiker sampai yang besarnya sampai menjulang dari atas jembatan penyebrangan.
Cara promosi para caleg pun beragam. Ada yang agak jaim ada yang percaya dirinya over dosis
Kemarin saya sempat melihat ada caleg X yang bilang bahwa do'i "Papa-nya xxx....." menyebutkan salah satu artis penyanyi trio yang lumayan ngetop. Ada juga spanduk yang berisi wajah satu artis sinetron remaja yang berkata "Pilihlah papa saya...". Lalu ada lagi dua orang caleg yang di posternya menyebutkan bahwa mereka adalah anak seorang Habib dengan inisial 'A' . Waduh ini kampanye kok bawa-bawa keluarga sih? Ga sekalian ditulis keturunan siapa gitu.
Nah yang berbeda lagi di Pemilu ini adalah banyak artis ramai-ramai ikutan jadi caleg. Ada beberapa artis memang yang sudah dari dulunya aktif di partai atao sebagai anggota legistlatif. Yang ini okelah. Kita tau ada beberapa artis yang memang identik dengan Partai tertentu. Contoh k'lo kita sebut nama Wanda Hamidah yang tercetus di kepala pasti PAN (Partai Amanat Nasional), Nurul Arifin = Golkar, Angelina Sondakh=Demokrat, Rieke Dyah Pitaloka=PKB tapi yang gw tau sekarang do'i dah pindah ke PDIP, dsbnya.
Ya kalau artis-artis tersebut mendaftarkan diri jadi caleg lagi, it's ok lah. Toh kita sendiri tahu kiprah mereka selama ini sebagai orang partai. Lalu bagaimana dengan yang lainnya?
Ada artis yang tiba-tiba muncul ke permukaan sebagai caleg padahal kita sama sekali tidak pernah mendengar sepak terjang mereka didunia politik. Contoh yang saya pernah lihat beberapa hari lalu adalah 2 orang artis dangdut, yang merupakan anak dari raja dangdut berinisial 'AR' dan ratu dangdut 'ES'. Yang lucu, salah satu dari mereka menulis dispanduknya "Siapa bilang cewek cantik ga bisa dengerin aspirasi rakyat?", lalu terpampanglah fotonya yang sedang bergaya. Jujur saya agak gagal paham sih kenapa musti sambil bergaya ala-ala difoto untuk majalah.
Seru dan menarik memang pemilu kali ini. Kita lihat saja nanti pembuktiannya jika para calon legislatif itu sudah menempati posisi empuk di dewan.
Salam hangat
Cara promosi para caleg pun beragam. Ada yang agak jaim ada yang percaya dirinya over dosis
Kemarin saya sempat melihat ada caleg X yang bilang bahwa do'i "Papa-nya xxx....." menyebutkan salah satu artis penyanyi trio yang lumayan ngetop. Ada juga spanduk yang berisi wajah satu artis sinetron remaja yang berkata "Pilihlah papa saya...". Lalu ada lagi dua orang caleg yang di posternya menyebutkan bahwa mereka adalah anak seorang Habib dengan inisial 'A' . Waduh ini kampanye kok bawa-bawa keluarga sih? Ga sekalian ditulis keturunan siapa gitu.
Nah yang berbeda lagi di Pemilu ini adalah banyak artis ramai-ramai ikutan jadi caleg. Ada beberapa artis memang yang sudah dari dulunya aktif di partai atao sebagai anggota legistlatif. Yang ini okelah. Kita tau ada beberapa artis yang memang identik dengan Partai tertentu. Contoh k'lo kita sebut nama Wanda Hamidah yang tercetus di kepala pasti PAN (Partai Amanat Nasional), Nurul Arifin = Golkar, Angelina Sondakh=Demokrat, Rieke Dyah Pitaloka=PKB tapi yang gw tau sekarang do'i dah pindah ke PDIP, dsbnya.
Ya kalau artis-artis tersebut mendaftarkan diri jadi caleg lagi, it's ok lah. Toh kita sendiri tahu kiprah mereka selama ini sebagai orang partai. Lalu bagaimana dengan yang lainnya?
Ada artis yang tiba-tiba muncul ke permukaan sebagai caleg padahal kita sama sekali tidak pernah mendengar sepak terjang mereka didunia politik. Contoh yang saya pernah lihat beberapa hari lalu adalah 2 orang artis dangdut, yang merupakan anak dari raja dangdut berinisial 'AR' dan ratu dangdut 'ES'. Yang lucu, salah satu dari mereka menulis dispanduknya "Siapa bilang cewek cantik ga bisa dengerin aspirasi rakyat?", lalu terpampanglah fotonya yang sedang bergaya. Jujur saya agak gagal paham sih kenapa musti sambil bergaya ala-ala difoto untuk majalah.
Seru dan menarik memang pemilu kali ini. Kita lihat saja nanti pembuktiannya jika para calon legislatif itu sudah menempati posisi empuk di dewan.
Salam hangat
Komentar