Apakah saya Stres? (part 1)
Kenapa saya kasih judul seperti diatas?.
Jadi begini, sudah lima minggu ini setiap sabtu saya rutin menghadiri program Stress Management for New Mom yang diadakan oleh kenalan saya yang bernama Tiara Puspita.
Jadiiii sebenarnya si Mba Tiara ini sedang menyusun tesis S2-nya jurusan Psikologi Klinis Dewasa di Universitas Indonesia. Yang mana untuk bahan penyusunan tesisnya beliau harus do something yang sifatnya menginfluence masyarakat. Maka dibuatlah program tersebut.
Target peserta program ini adalah ibuu bekerja yang memiliki anak usia 0-1 tahun. Sudah pasti saya termasuk didalamnya.
Yang ada dibenak kami para peserta, acaranya nanti akan diisi dengan curhat-corhat bla bla bla and then nangis-nangis galau. Tapi ternyata engga tuh. Kami peserta malah lebih banyak ketawa-ketiwi saat sharing.
Trus kenapa saya bersedia ikut program ini? apakah itu artinya saya stres?
Jawabannya bisa ya bisa juga tidak.
Memang diawal kami diminta untuk mengukur tingkat level stres kami dengan skala 1 - 10 dimana 1 untuk kondisi Amat Sangat Tidak Stres dan 10 untuk kondisi Amat Sangat Stres. Saya merasa level stres saya ada di angka 6 atau 7. Jadi ya dibilang level stresnya masih so so lah.
Anda sendiri, berada di level stres berapa?
Yuk coba ingat-ingat lagi, berapa kali dalam sehari, seminggu, sebulan atau setahun Anda mengatakan "saya sedang stres" bahkan ada yang hiperbola dengan bilang "saya sedang stres berat".
Sudahkah Anda benar-benar memahami apa itu stres?
Next saya akan bahas sekelumit ilmu serta pengalaman yang saya dapat selama sesi Stress Management kemarin.
Salam hangat :)
Komentar