Setiap Anak Akan Mau Makan Pada Waktunya

Jadi ceritanya beberapa hari lalu seorang teman mengirimkan pesan via WA yang isinya curhat tentang kondisi anaknya yang susah makan. Dia bertanya apa yang saya lakukan ketika anak saya susah makan.  Jujur saya tidak tahu harus memberikan saran apa karena memang saya sendiri  tidak punya jurus mutakhir agar anak saya jadi doyan makan.

Oiya, sebelum Anda membaca lebih jauh tulisan saya ini, saya ingin mengingatkan Anda terlebih dahulu bahwa Anda tidak akan menemukan tips atau solusi yang spektakuler dalam tulisan ini. Jadi kalau tujuan Anda adalah mencari tips atau solusi jitu bagi anak Anda yang susah makan maka Anda harus tutup blog ini dan mencarinya di tempat lain.*Sok galak

Sepengetahuan saya , rasanya banyak ibu-ibu yang mengalami problem anak susah makan. Hal ini sepertinya menjadi salah satu problem yang cukup membuat galau di antara problem-problem yang lainnya.

Eh by the way, Bapak-bapak tuh mikirn ginian juga ga sih? Apa cuma kita-kita aja para ibu ya? :p

IMO, Problem ini sebenrnya ga akan bikin tambah galau kalau ga disertai dengan  tekanan dari sekitar , baik dari keluarga maupun orang lain. Tapi kenyataannya kan justru sebaliknya.

Anda pasti pernah atau bahkan sering mengalami ada keluarga atau orang lain yang nyeletuk “Anakmu kok kurus sih?” . Atau yang lebih nyelekit lagi kalau nanyanya “Anaknya dikasih makan apa sih? Kok kurus gitu?”. Penderitaan ga berhenti sampai disitu. Bakal lebih menohok lagi kalau celetukannnya di sertai dengan perbandingan dengan anak orang lain yang lebih gemuk. “Si A seumuran anakmu tapi badannya gemuk loh.” . Kalau ada yang komen kaya gini enaknya kita apain ya buibuuuu? 😂😂😂

Tekanan demi tekanan seperti ini nih yang bikin kita para ibu jadi down , stress bahkan trauma. Bagaimana tidak?. Komentar-komentar orang diluar sana seolah-olah menghakimi kita dengan 3 hal : Anakmu kurus, pasti ga doyan makan, itu salah ibunya. Damn!!!

Sekedar sharing, saya pernah mengalami problem anak susah makan di anak pertama saya, Daffa. Sejak MPASI di mulai, butuh effort yang luar biasa untuk membuat makanan bisa ditelan. Padahal saya sudah mengikuti saran dari milis-milis, artikel dan teman-teman di grup parenting. Saya bahkan rajin searching menu-menu makanan untuk anak. Tapi ternyata ga mudah menaklukan Daffa dalam hal makan. Daffa lebih memilih susu (ASIP, saat itu) dan UHT ketika usianya sudah lewat dari 1 tahun. Daffa juga bukan seperti anak lainnya yang meskipun ga doyan makan tapi senang ngemil.  Pokoknya ga mudah untuk makanan masuk ke mulutnya.

Berbeda dengan anak kedua saya, Dastan. Ga usah dipaksa ketika melihat orang makan dengan sukarela dia akan blg “Aak” sambil membuka mulutnya.

Yah, Dastan memang tercipta sebagai anak yang doyan makan hahaaa. Bahkan dari sebelum 1 tahun Dastan sudah terbiasa makan sendiri meskipun dengan resiko berantakan. Keadaan yang berbanding terbalik ini yang kadang membuat keluarga saya maupun keluarga suami suka membanding-bandingkan. *lemparsendal

Well, ada beberapa hal yang pernah saya coba untuk membuat Daffa mau makan tanpa dipaksa (baca : suka/doyan)  antara lain :

1. Membuat bento-bentoan . Asli, ini gatot alias gagal total. Mungkin anak saya berpikir “makanan macam apa sih ini, Bun?” hahahaaa oke … saya akui saya ga sekreatif ibu-ibu diluar sana yang jago dan niat banget bikin bento yang lucu-lucu.

2. Memberikan Suplemen Nafsu Makan. Beberapa merk pernah saya coba dari mulai yang berbentuk jamu untuk anak-anak, susu, sirup, sampai yang berbentuk permen  kinyel-kinyel semua gagal total.

3. Mengurangi Konsumsi Susu. Saya pernah bertanya ke diri saya.  Kenapa saya kadang melewatkan makan siang dikantor. Jawabannya  karena saya sedang tidak lapar. Saya membayangkan itulah yang terjadi pada anak saya. Tidak mau makan karena memang tidak lapar. Kenapa tidak lapar? Karena perutnya sudah kenyang. Dengan apa? Dengan susu. (Daffa minum susu sehari bisa 5 kali @ 150ml).

Daffa memang maniak banget susu. Dari mulai ASIP hingga lanjut susu sapi berbentuk fresh milk atau UHT.  Note : Saya tidak kasih Daffa sufor. Menghentikan atau paling tidak sekedar mengurangi bukanlah perkara mudah. Saya pernah mencoba mengajaknya diskusi dan mambuat kesepakatan yakni ‘boleh    minum susu tapi setelah makan’. Tapi ternyata prakteknya ternyata tidak mudah. Daffa sempat cranky sebagai bentuk protes karena tidak dikasih susu. Saya coba ajak negosiasi dan akhirnya mau. Tapi itupun hanya 1 atau 2 suap. Oke paling tidak dia sudah menepati janjinya. Hari-hari berikutnya kadang cara ini berhasil kadang tidak.  Tapi paling tidak, Daffa sudah lebih mudah diajak makan. 

Ohya pernah suatu hari saya merasa surprised ketika Daffa berteriak memanggil saya “Bunda, aku lapar. Aku mau makan” . Ya ampun, rasanya seperti menemukan oase di padang pasir hahaaaa. Ga nyangka banget Daffa bilang lapar dan minta makan. Well oke buat orang lain ini mungkin terdengar lebay. Terserah … hahahaa.

Well, tulisan ini saya buat sebagai penyemangat bagi para Ibu di penjuru Indonesia Raya bahkan dunia yang mengunjungi blog saya,  pede banget ya?. Anda mungkin pernah atau bahkan mungkin sedang mengalami dilema anak susah makan saat ini. Saya hanya ingin mengatakan, "trust me … akan ada saat dimana anak Anda akan mau makan".

Memang ga mudah.  Yang lebih dulu harus Anda lakukan adalah bertanya ke diri Anda , kenapa saya harus memaksa anak saya untuk  makan diwaktu dimana belum tentu dia merasa lapar?. Anak harus tahu bahwa ada yang namanya rasa lapar dan mereka butuh makan untuk tetap hidup. Semua adalah proses alamaiah maka tidak seharusnya dipaksa. Saya yakin setiap Ibu pasti punya cara sendiri-sendiri untuk membuat anak Anda akhirnya mau makan. Tapi dibalik itu memiliki anak sehat adalah segala-galanya buat kita. Betul tidak?

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya.  Have a good day

Komentar

Postingan Populer